Iloponu, 12 Juni 2026 – Dalam rangka memenuhi Mata Kuliah Praktik Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo melaksanakan kegiatan studi komparasi di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pengampu Harsono Ahmad dan bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan studi komparasi ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pemerintah desa merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai peran pemerintah desa dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Dalam sesi diskusi, Pemerintah Desa Iloponu memaparkan berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan, antara lain pengelolaan perpustakaan desa, pelayanan administrasi berbasis digital, pemberdayaan kelompok masyarakat, pengelolaan dana desa, serta upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan perangkat desa guna menggali informasi terkait strategi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan.
Dosen pendamping, Harsono Ahmad, menjelaskan bahwa studi komparasi ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena memungkinkan mahasiswa membandingkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata yang berlangsung di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai pendekatan pemberdayaan masyarakat yang efektif dan dapat diterapkan dalam berbagai kondisi sosial di daerah.
Kepala Desa Iloponu menyambut baik kunjungan akademik tersebut dan berharap kegiatan ini dapat mempererat kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kapasitas masyarakat desa.
Melalui kegiatan studi komparasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai praktik pemberdayaan masyarakat, sekaligus meningkatkan kemampuan analisis dan penyusunan program yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi masyarakat.